Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

Puisi

Persimpangan

Di ujung jalan itu, sebuah persimpangan
antara kenyataan dan angan angan,
Aku turun menuju pulang
Hujan telah merendam sepatuku, rembes, membasahi jari-jari
Membawa anyir duka dari pelepah waktu
Inikah yang kau sebut imajinasi terbelah dua?

Sedang maut siap menjemput seperti angin bersiut
Menggoyang pohon yang setia pada akar,
Aku ranum senja terperangkap di belukar

Aku ingin pulang, pada sejarah yang lebih manis
; Air susu Ibu

Mei 2011

Senin, 14 Maret 2011

Puisi

Genderang Sungsang

Bukankah Engkau jua yang mainkan genderang
Di persinggahan hidup sepasang tiang
Kala sepasang mata jatuh pada pengkhiatan karang
luka, Kau tak temukan cemas terlunta

Diapit waktu yang kiat menjepit seperti mata sabit
Siap menikam dada dengan kalimat sakti
“laa ilaaha illallaah”
Ku bersimpuh di ujung kakiMu

Lalu bumi kehilangan pijak, jika aku tak gegas
Membungkus masa silam
yang tersisa sedalam kelam
di jejak  kini aku bersandar pada tiang tenggelam
sambil merajut angan dengan sepasang mata
kosong semata

7 Maret 2011